Lewati ke konten utama

Panduan · KPR

Bunga KPR Fixed dan Floating: Bedanya dan Cara Memilih

Bunga fixed memberi kepastian cicilan, bunga floating mengikuti pasar. Berikut perbedaannya, simulasi angsuran bila bunga berubah setelah masa fixed, dan hal yang perlu dicek sebelum memilih.

Oleh Tim KalkulatorPro · Terbit · Diperbarui · 8 menit baca

Apa itu bunga fixed dan floating

Menurut artikel edukasi dari sebuah lembaga perbankan, bunga fixed adalah bunga yang besarnya tetap selama periode tertentu, biasanya 1 sampai 5 tahun pertama, sehingga cicilan bulanan tidak berubah walaupun suku bunga pasar naik atau turun. Bunga floating mengikuti kondisi pasar, terutama acuan seperti BI Rate atau kebijakan bunga bank, sehingga cicilan bisa naik maupun turun.

Perbedaan utamanya ada pada siapa yang menanggung risiko perubahan bunga. Di masa fixed, bank menanggungnya. Di masa floating, kamulah yang menanggung. Karena itu pilihan ini lebih banyak soal kenyamanan dan kesiapan arus kas daripada soal mana yang "pasti lebih murah".

Satu hal yang sering terlewat: hampir semua bunga fixed pada KPR bersifat sementara. Setelah masa fixed berakhir, bunga mengikuti ketentuan berikutnya, yaitu floating atau skema lain yang tertulis di perjanjian. Jadi pertanyaan sebenarnya bukan "fixed atau floating", melainkan "berapa lama fixed-nya, dan bagaimana bunga setelah itu".

Tiga jenis yang sering ditemui

  • Fixed (bunga tetap berjangka). Bunga tidak berubah selama masa yang disepakati. Momsmoney menyebut skema ini sebagai KPR fix berjenjang: cicilan di periode awal stabil dan mudah direncanakan, tetapi bisa naik setelah masa fix selesai.
  • Floating (bunga mengambang). Bunga bergerak mengikuti pasar. Bila bunga turun, cicilan ikut ringan; bila naik, cicilan ikut naik.
  • Fixed cap. Menurut Cermati, ini gabungan bunga tetap di awal kredit lalu bunga mengambang dengan batas maksimum pada periode berikutnya. Setelah masa cap berakhir, bunga mengikuti pasar tanpa batas atas. Cermati juga mengingatkan agar batas maksimal dan lama periode cap dipastikan sebelum menandatangani.

Nama dan rincian produk berbeda antarbank, jadi anggap ketiganya sebagai kerangka berpikir, bukan istilah baku yang berlaku sama di mana-mana.

Perbandingan singkat

Perbandingan cara kerja dan risiko cicilan pada bunga fixed, floating, dan fixed cap
JenisCara kerjaRisiko cicilan
FixedBunga tetap selama periode tertentu, lalu mengikuti ketentuan berikutnyaStabil di masa fixed, bisa berubah setelahnya
FloatingBunga mengikuti acuan pasar dan kebijakan bankBisa turun, bisa naik
Fixed capTetap di awal, lalu mengambang dengan batas atas pada periode capTerbatas selama periode cap, terbuka setelahnya

Hitungan dengan pinjaman contoh

Kita pakai pinjaman contoh Rp 500.000.000, tenor 10 tahun, anuitas. Pembandingnya bunga 10% sepanjang tenor dengan angsuran Rp 6.607.537 dan total bunga Rp 292.904.421. Untuk skenario fixed, kita andaikan bunga 9% selama 3 tahun, lalu angsuran dihitung ulang dari sisa pokok dengan bunga baru untuk sisa 7 tahun. Semua persentase di sini hanya asumsi ilustrasi, bukan penawaran atau data bank mana pun.

Angsuran awal, angsuran setelah masa fixed, dan total bunga pada beberapa skenario perubahan bunga
SkenarioAngsuran awalSetelah masa fixedTotal bunga
Bunga 10% sepanjang tenor (pembanding)Rp 6.607.537Rp 6.607.537Rp 292.904.421
Fixed 9% selama 3 tahun, lalu turun ke 8%Rp 6.333.789Rp 6.135.826Rp 243.425.796
Fixed 9% selama 3 tahun, lalu tetap 9%Rp 6.333.789Rp 6.333.789Rp 260.054.643
Fixed 9% selama 3 tahun, lalu naik ke 11%Rp 6.333.789Rp 6.740.591Rp 294.226.027
Fixed 9% selama 3 tahun, lalu naik ke 13%Rp 6.333.789Rp 7.161.632Rp 329.593.449

Bila bunga naik dari 9% ke 11% setelah masa fixed, angsuran melompat dari Rp 6.333.789 ke Rp 6.740.591, selisih Rp 406.802 per bulan. Pada kenaikan ke 13%, angsurannya menjadi Rp 7.161.632, atau 13,1% lebih besar dari angsuran awal. Sebaliknya bila bunga turun ke 8%, angsuran mengecil menjadi Rp 6.135.826.

Pelajaran dari tabel: masa fixed yang lebih murah tidak menjamin total biaya lebih murah, karena yang menentukan adalah bunga di tahun-tahun sesudahnya, yang tidak bisa kita ketahui sekarang. Yang bisa kita ukur adalah apakah anggaran kita sanggup menanggung angsuran di skenario terburuk. Coba skenariomu sendiri di kalkulator pelunasan KPR dipercepat.

Cara memilih

Dari artikel perbankan dan Momsmoney tadi, pertimbangan yang berulang muncul adalah penghasilan, tujuan jangka waktu, dan toleransi risiko. Kita ringkas dengan kata sendiri:

  • Penghasilan tetap dan anggaran ketat. Kepastian cicilan lebih bernilai, sehingga fixed cenderung lebih cocok.
  • Penghasilan berubah-ubah. Artikel perbankan itu menilai floating bisa lebih sesuai karena dapat memanfaatkan penurunan bunga. Momsmoney justru menyebut bahwa pendapatan yang masih fluktuatif lebih aman dengan fix. Kedua sumber berbeda arah di sini, jadi kuncinya bukan jenis penghasilan semata, melainkan apakah kamu punya bantalan bila cicilan naik.
  • Tren bunga. Momsmoney mencatat bahwa bila bunga cenderung naik, fix berjenjang menjaga cicilan tidak melonjak. Ingat bahwa tidak ada yang bisa memastikan arah bunga, termasuk kami.
  • Rencana melunasi lebih cepat. Momsmoney menyebut floating bisa lebih menguntungkan bagi yang berencana melunasi lebih cepat atau yakin ekonomi stabil. Bila kamu berencana ngebom KPR, periksa juga ketentuan penalti; lihat artikel ngebom KPR dan penalti pelunasan.
  • Toleransi risiko. Tanyakan pada diri sendiri: bila angsuran naik seperti di tabel tadi, apakah masih sanggup tanpa mengorbankan dana darurat?

Aturan praktis yang bisa dipakai: hitung angsuran di skenario bunga naik beberapa poin persentase, lalu pastikan angka itu masih muat di anggaran. Bila muat, kamu punya kebebasan memilih. Bila tidak, masa fixed yang lebih panjang atau skema dengan batas atas layak dipertimbangkan.

Yang dicek sebelum tanda tangan

  • Berapa lama masa fixed atau cap, dan tanggal mulai serta berakhirnya.
  • Apa acuan bunga setelah masa fixed dan seberapa sering bunga disesuaikan.
  • Apakah ada batas atas bunga, dan sampai kapan batas itu berlaku.
  • Biaya bila ingin pindah skema atau refinancing setelah masa fixed berakhir.
  • Penalti pelunasan dipercepat, khususnya selama masa fixed.
  • Metode hitung bunga; pastikan anuitas atau efektif, bukan flat. Lihat bunga flat vs anuitas.
  • Simulasi angsuran tertulis dari bank untuk masa fixed dan sesudahnya.

Cara lain menekan risiko bunga adalah mengurangi pokok lebih awal; pilihannya ada di enam cara mempercepat pelunasan KPR dan pelunasan sebagian KPR.

Persentase bunga pada tabel adalah asumsi ilustrasi dan bukan tawaran bank mana pun. Hitungan memakai anuitas dengan angsuran dihitung ulang dari sisa pokok setelah masa fixed. Angka ini estimasi untuk perencanaan, bukan nasihat keuangan atau investasi. Ketentuan produk bisa berbeda; pastikan langsung ke bank.

Sumber

Keterbatasan: sumber-sumber di atas adalah artikel edukasi, bukan dokumen regulator, dan tidak semuanya sejalan (misalnya soal penghasilan fluktuatif). Cermati sendiri memuat sedikit ketidakkonsistenan soal batas atas bunga cap, sehingga kami tidak mengutip angka dari contoh produknya. Semua persentase pada tabel adalah asumsi kami.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya bunga KPR fixed dan floating?

Bunga fixed tetap selama periode tertentu, biasanya 1 sampai 5 tahun pertama, sehingga cicilan stabil. Bunga floating mengikuti kondisi pasar sehingga cicilan bisa naik atau turun.

Apa yang terjadi setelah masa bunga fixed berakhir?

Bunga mengikuti ketentuan berikutnya di perjanjian kredit, umumnya floating, sehingga cicilan bisa berubah. Pastikan acuan bunga dan cara penyesuaiannya tertulis jelas sebelum tanda tangan.

Apa itu bunga fixed cap?

Fixed cap adalah gabungan bunga tetap di awal lalu bunga mengambang dengan batas maksimum pada periode berikutnya. Setelah masa cap berakhir, bunga mengikuti pasar. Pastikan lama periode dan batas atasnya ke bank.

Lebih baik pilih KPR fixed atau floating?

Tidak ada jawaban tunggal. Fixed cocok bila kamu butuh kepastian cicilan, floating cocok bila punya bantalan keuangan untuk kenaikan cicilan. Hitung angsuran di skenario bunga naik sebelum memutuskan.

Panduan lainnya